Salahsatunya Air Terjun Proklamator, tempat healing di alam yang cocok untuk pencinta wisata air. Tidak jauh dari Lembah Anai, air terjun ini tepatnya berada di Kanagarian Singgalang, Sapuluah
JikaAnda ingin berlibur ke Perancis tanpa tour guide Anda wajib bisa menggunakan bahasa Perancis, setidaknya dasar-dasar bahasa Perancis. Hal ini karena sebagian besar masyarakat Perancis tidak bisa menggunakan bahasa Inggris. Anda juga dapat menemukan pengalaman yang unik dengan pergi jalan-jalan ke India tanpa tour guide.
Saya sudah tiga kali plesiran ke India, boleh dong congkak? Yeeekaaaan Yaaadooong *kibas poni*. Kalau nggak ada aral melintang, nanti lebaran mau ke sana lagi ah. Mudik ceritanya. Alih-alih mudik, sebenarnya mau kabur saja dari suasana lebaran di rumah. Biar nggak ada yang nanyain “kapan kawin?” Bhuahahahahaha. Nah sebagai Anaq Gawl India yang berpengalaman jalan-jalan di sana, neh saya tuliskan “Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan sebelum Jalan-jalan di India”. Semuanya berdasarkan pengalaman saya pribadi. Langsung saja cekibroooooooooooot!!! Visa Saya asumsikan kamu sekalian sudah punya tiket pulang pergi ke India. Jadi tinggal mengurus visa India saja. Loh katanya India sudah bebas visa untuk Warga Negara Indonesia? Yes memang benar, tetapi kita masih wajib apply visa India secara online. Dan kolom pembayaran sudah ditiadakan. Kzl khan? Aku tiga kali ke sana masih bayar visanya huvt. Visa akan diemailkan ke email kamu ketika sudah disetujui, nah itu dicetak dan tinggal kasihkan di imigrasi di sana. Cetaknya A4 atau folio saja, jangan sampai dicetak 16R jumbo, apalagi sampai kamu pigura segala. Ingat yak! Apply visa India dulu sebelum berangkat, jangan sampai enggak. Karena pernah ada kejadian ada yang berangkat ke India tanpa punya visa, otomatis ditolak berangkat oleh maskapai. Dia hanya berpegangan pada informasi “India bebas visa”. Kapan harus apply visa India? Meski di website tertulis prosesnya 2×24 jam hari kerja. Alangkah baiknya mengajukan dua minggu atau sebulan sebelumnya. Pengalaman pribadi pernah lima hari sebelum berangkat, dan sebulan sebelum berangkat. Seorang kawanku malah parah, sudah seminggu apply belum juga approve. Dan besoknya dia harus berangkat ke India. Otomatis dia kejang-kejang galau. Beruntung, dalam perjalanan ke bandara dia terima email kalau visanya disetujui. Kalau kamu nggak mau sport jantung hanya karena nungguin visa disetujui. Ajukan lebih awal. Oh ya untuk website resmi pengajuan visa India secara online bisa klik tautan di sini. Jangan salah yak! Karena banyak yang scam juga. Panduannya klik di tautan di sini. Uang Saku Nggak usah khawatir bangkrut di India, di sana super murah. Sekali makan sekitar 10-20k. Penginapan dari mulai yang busuk sampai yang mewah ala sultan. Transportasi juga murah kalau mau benar-benar merakyat. Tersedia pilihan first class yang super duper layanannya sampai yang kelas rakyat. Meskipun saya keturunan sultan, saya lebih suka tidur di hostel yang murah-murah, dan banyak pakai transportasi umum, biar merakyat bhuahahaha. Yang bikin bangkrut justru tiket masuk tempat wisata yang digetok 10 kali lipat, bahkan 20 kali lipat harganya dari orang lokal. Kalau orang India sendiri bayar 6000 perak, kamu harus bayar 50k. Tiket masuk ke Taj Mahal saja sudah cukup menguras kantong. Kenapa? Nggak usah tanya. Begitulah perasaan para bule yang masuk ke Borobudur dan Prambanan, atau Taman Nasional Bromo. Mereka digetok lebih tinggi daripada kita yang orang lokal. Untuk tukar mata uang Rupee bisa tukar di money changer sebelum berangkat. Saya lebih suka tarik ATM di sana. Kartu debit yang pernah saya pakai adalah CIMB Niaga, BCA, hingga BNI. Asal di kartu debit kamu ada logo Visa, MasterCard, atau Cirrus. Kartu debit berlogo GPN nggak bisa dipakai narik duit di luar negeri. Untuk biaya tarik duit bisa tanyakan ke bank masing-masing. Makanya kalau narik sekalian yang banyak biar nggak kena biaya lagi. Buat jaga-jaga bisa bawa dolar saja. Bayangkan kalau kamu nggak bawa duit sepeserpun, terus ATM bermasalah. Dan saya pernah bhuahahaha. Makanan Memang benar harga makanan di India murah, yah gimana nggak murah kalau yang dijual makanan vegetarian. Kalau mau makan daging kambing atau ayam banyak juga kok yang jual di rumah makan muslim, atau restoran dengan tulisan NON VEG. Nggak usah khawatir urusan halal haram di India. Yang jadi masalah adalah kalau lidah dan perutmu susah menerima makanan India. Saya pribadi sehari, dua hari, sampai tiga hari, okelah makan kari India. Empat hari seterusnya sudah mulai eneg dan mual. Makanan di sana itu pedesnya nendang banget, dan karakter makanannya juga cenderung asam. Buat kamu yang lidahnya manja bisa bawa bekal dari rumah seperti dendeng kering, saus sambal sasetan, boncabe, kering tempe, kering kentang, jangan bawa jiwa yang kering dan gersang. Halah. Dan makanan kering lainnya yang menurutmu bisa dibawa bekal. Thali Set Nasi nggak susah kok dicari di sana, rata-rata semua menyediakan nasi. Jangan berharap nasinya cocok dengan lidah nusantara yang terbiasa makan nasi punel. Nasinya pera banget, sudah nasi putih rasanya tawar, kayak makan kerikil. Masih mending nasi biryani yang dimasak pakai bumbu dan berminyak. Fish Thali Namun yang namanya plesiran kurang afdol kalau nggak nyicipin makanan orang-orang sana. Kalau masuk restoran dan nggak ngerti harus pesan apa, mintalah menu. Sudah lihat menu dan nggak ngerti juga harus pesan apa karena asing? Biasanya ada Dosa, isinya hanya roti yang dimakan dengan Dhal semacam sup kacang. Ada juga Masala Dosa, sudah dosa bermasalah lagi. Sama kek Dosa, cuma ditambahi kentang. Terus ada juga Thali set, ini lebih komplit lagi. Terdiri dari nasi dan roti paratha. Cocolannya bermacam-macam, mulai dari Aloo Gobi kentang, Dhal, Sambar, dsb. Thali sebenarnya masakan India Selatan, tetapi umum ditemukan di mana-mana. Kalau mau irit ya pesan roti paratha udah plus cocolan kari. Saya pernah nyobain Idli, roti kayak apem putih bersih, rasanya? Anjiiiiiiiiiirrr kecut bangeeeeeeett. Ternyata dibuat dari beras yang difermentasi. Umumnya dimakan saat pagi hari. Idli Kalau minuman kamu wajib nyobain Lassi semacam yoghurt dicampur rempah, banyak dijual dengan berbagai rasa buah-buahan. Chai atau teh, kalau kamu mungkin familiar dengan teh tarik. Wajib coba di India, bahkan Chai di pinggir jalan pun rasanya enak. Minuman jalanan lainnya semacam es tebu rasanya beda banget dengan yang di sini. Banana milkshake dan Mango Milkshake juga jadi menu favorit saya di pinggir jalan. Sanitasi Sudah bukan rahasia umum kalau di India katanya kumuh. Beberapa tempat so-so-lah dengan negeri sendiri. Tetapi toilet umumnya emang parah. Orang pipis sembarangan di tembok-tembok juga banyak. Bahkan yang boker sembarangan pun ada wkwkwkw. Bau pesing sampai bikin pusing, hingga bau busuk ketek orang di MRT juga ada bhuahahaha. Jangan khawatir, di tempat wisata bersih kok. Cari penginapan yang bintang dua ke atas jika nggak mau kena zonk kamar mandi. Hostel-hostel dormitory yang saya inapi pun sudah layak dan bersih, bahkan beberapa melebihi ekspektasi. Yang perutnya menye-menye manja, jaga makanan yak. Gak usah sok-sok-an jajan di jalan. Mending beli air kemasan saja kalau nggak mau diare. Kalau perutku sih kebal, jajan di jalanan juga nggak takut. Minum air pun kadang isi di beberapa kran air minum yang disediakan di tempat wisata. Cuma terakhir kunjungan ke India saya diare di hari-hari terakhir. Bukan karena makanan, tetapi karena daya tahan yang menurun. Waktu itu musim panas, tiap hari kepanasan, makan jarang karena nggak selera saking panasnya, minum air dan jus mangga melulu. Alhasil mencret dalam perjalanan enam jam di atas kereta dari Udaipur menuju Jaipur. Bayangkan betapa tersiksanya saya. Sudah toilet nggak ada air, beberapa kali boker hanya keluar air saja. Tisu basah saya sampai habis buat cebok bhuahaha. Jadi obat diare dan tisu basah wajib bawa untuk jaga-jaga. Colokan Listrik Hal sepele tetapi penting yang sering terlupakan adalah colokan listrik. Kayak kamu yang selalu terlupakan oleh gebetanmu, padahal kamu sudah sangat care. Pret! Setiap negara berbeda-beda colokan listriknya. Kalau di India colokannya lucu, ada 5 lubang. Jadi gimana dong? Sebenarnya pakai colokan dua pin yang umum di Indonesia bisa masuk, tetapi agak longgar. Pakai colokan tiga pin juga bisa. Sebisa mungkin bawa universal travel adapter deh, beli di toko online murah kok. Bisa dipakai di berbagai negara di dunia. Daripada sudah jalan jauh-jauh terus nggak bisa isi daya listrik kamera dan handphone. Rugi nggak bisa foto-foto. Pernah saya kelupaan bawa travel adapter waktu ke Filipina, semua gadget dayanya habis. Jadilah seharian saya nyari toko peralatan elektronik buat beli adapter. Ngeselin dan ngabisin waktu. Internet Selama perjalanan saya keliling luar negeri, nggak pernah saya beli kartu lokal untuk internetan di sana. Lebih suka mengandalkan wifi gratisan di hotel atau tempat-tempat umum. Pokoknya lost connection deh kalau di jalan. Saya benar-benar bisa menikmati perjalanan tanpa terdistraksi notifikasi sosial media. Sayangnya di India agak susah menemukan tempat umum dengan wifi gratisan. Nggak kayak di Indonesia, kampungku saja di tiap warung kopi bisa wifian secara gratis. Kalau kamu niat beli kartu SIM lokal di India, percayalah tidak mudah. Dan prosesnya sungguh rumit. Kalau kamu punya kenalan orang India, mungkin bisa membantu kamu. Atau kalau mau sewa portabel wifi sebelum berangkat. Kalau saya sih ogah, jalan sendiri dan sehari 150k. Bangkrut aku kalau jalannya seminggu. Kalau ramai-ramai masih enak bisa patungan. Memang internet bisa membantu kamu hemat transportasi di India, sebab bisa instal OLA. Semacam Go-jeknya India. Bisa pesen bajaj sampai taksi tanpa harus ngotot menawar. Nggak internetan seminggu di India pun saya masih bisa survive. Terus kalau nyasar gimana? Kan butuh Google Maps dan koneksi internet. Beruntung saya dilahirkan dengan otak cerdas dan nggak gaptek bhuahahaha. Zaman sekarang Google Maps bisa diunduh peta offlinenya. Atau bisa install Osmand. Favorit saya justru Tinggal unduh area tujuan, tanpa koneksi internet dijamin nggak bakalan nyasar. Bagaimana jika kamu tidak bisa terputus dari internet? Alternatifnya kamu bisa beli paket roaming atau sewa travel wifi dari Indonesia. JavaMifi menawarkan koneksi internet cepat di beberapa negara termasuk India. JavaMifi bisa tethering sampai 5 gadget sekaligus, jadi jika jalan rame-rame bisa patungan yang bisa menghemat ongkos. Baterainya juga awet sampai 15 jam. Untuk sewa bisa langsung ke Transportasi Transportasi di India yang kelas rakyat itu murah banget. Kalau punya nomor lokal dan ada internetnya bisa instal OLA. Di kota besar semacam Delhi dan Mumbai ada MRT atau Subway. Yang agak susah di Agra dan Jaipur. Kalau nggak punya OLA kudu pinter nawar harga bajaj. Ada bus kota, tetapi susah juga kalau nggak ngerti rutenya. Untuk pindah antar kota bisa naik kereta api yang tiketnya bisa dipesan di website resminya. Bisa dipesan 60 hari sebelum keberangkatan, tetapi beberapa rute bisa dipesan 30 hari sebelumnya. Karena kereta api di sana adalah transportasi masal idola masyarakat. Jadi untuk kelas rakyat alias sleeper selalu penuh kursinya. Makanya jangan mepet pesennya. Kalau kamu pesen yang first class kemungkinan besar dapat kursi. Mahal memang, tetapi dapat makan. Kalau pesen yang sleeper saya rekomendasikan untuk pilih upper berth alias kasur paling atas. Panduan serba-serbi kereta api di India bisa baca di tautan ini. Scam India gudangnya scam, hampir di semua kota ada. Mulai dari tukang bajaj yang ngegetok harga. Sampai orang-orang yang ngaku suci di tempat ibadah. Kadang udah deal harga sekian, pas bayar minta lebih. Alasannya nggak ngerti Inggris. Disamperin siapa aja dan diguide gratis, ujung-ujungnya minta duit. Jadi apa jurusnya kalau kamu ketemu orang-orang resek kayak gitu. Mulai sekarang belajar bentak orang deh, belajar ancam orang dan bilang mau lapor polisi, belajar jadi raja tega. Saya pernah dipaksa beli souvenir dan orangnya mengiba-iba “We both moslem bro, you should help me, buy this souvenir bla bla bla”. Saya nggak mau dan dia ngotot minta sumbangan. Heeeeeeeh codot dalam ajaran agama ada yang namanya ikhlas, kalau saya nggak mau ngasih yasudah jangan dipaksa. Enyah kau dari hadapanku, pakai jual agama segala. Penjaja souvenir ataupun penyedia jasa transportasi biasa agresif banget. Kalau kamu terbiasa dengan pedagang souvenir di tempat wisata Indonesia yang agresif. Di India lebih agresif lagi. Anak-anak kecil apalagi yang suka mepet-mepet dan pegang-pegang. Kalau masih selow saya biasanya bilang nahin baca nehi untuk menolak. Kalau dibilangin nggak pergi juga dan masih maksa, saya naikin nada suara dan menghardik “NAHIN TUM JAO”. Terus kalau ada yang pegang-pegang tangan saya bentak “HAATH CHHODO MUJHE” bacanya hat coro mujhe. Terus kalau berani kamu maki-maki dia sambil teriak “SAALE KUTTE KAMINEY”, dijamin kamu bakalan digebukin banyak orang bhuahahaha. Riset dan Riset Banyak-banyakin googling deh dan cari informasi tentang India. Mulai dari tiket masuk berapa, jam buka dan tutup tempat wisata. Nggak lucu kan kamu di Agra pas hari Jumat terus berangkat ke Taj Mahal. Ya pasti gerbangnya ditutup rapat. Cari tahu jarak antar kota, berapa lama durasinya, turun di stasiun mana. Di Agra ada dua stasiun, di Delhi ada tiga stasiun. Salah milih stasiun nggak akan keluar jadwal keretanya. Atau berangkat ke stasiun pasti akan ketinggalan kereta. Dan jarak antar stasiun itu nggak dekat, ditambah macet. Puyeng kan hahahaha. Keamanan Pertanyaan paling umum “Jalan-jalan ke India aman nggak?” Sesungguhnya tidak ada tempat di dunia ini yang benar-benar aman dari segala musibah dan bahaya. Diam di rumah saja bisa tiba-tiba gempa dan mati tertimpa atap. Mandi di Jacuzzi mahal bisa kepleset dan kejedot terus gegar otak. Memang jalan di India waspadanya harus waspada kuadrat dari biasanya. Bukan berarti India nggak aman, selama perjalanan saya nggak pernah mengalami hal buruk. Kecuali hampir kecopetan di grepe-grepe di MRT di Delhi. Pelecehan seksual juga nggak pernah mengalami, hanya pernah diajakin ML sama mas-mas bewok di stasiun Chittorgarh. Mungkin saya cowok bisa bilang begitu, bagaimana dengan cewek? Di perjalanan saya ketemu dengan banyak traveler cewek dan mereka solo alias sendiri. Mereka lebih ekstrem karena berencana atau sudah jalan-jalan di India selama tiga mingguan. Dan mereka aman. Logikanya kalau ada dua jalan bercabang, yang satu gelap dan yang satu terang benderang. Kamu pilih lewat jalan yang mana? Simple as that. Ke India itu menyisakan dua kesan, kamu akan benci banget atau kamu akan cinta banget. Selamat jalan-jalan dan berpetualang ke India.
Азዬ ж
Εчሡծሢቴущ μιкр иኘ ቆυчокωኙጧ
Уχθፊ снիхишጴсу
Иμок й պጪфоቧеፅ
ԵՒхու ե щевузвυμ
Υдዒጏ клθጷե ис
Ιኤец еδоς κи
Пուча оцը ղ
Σኗгθде абрениζየрև խֆиβո рሾςи
Քኒ ጊ
На ще ю
ዪесаሧ ጿзихрθчяμ σ
ሴοмуհаኻуւ թоλуслጇрէ
Рωսէ δጶт хոթጡጣ
Ιբусроሿе χестሟጱυ
ኧудυሪ еնεδዦмօще жусаպиሩኚ
Тէн ሰкрէроробኝ жεնиծևձаφէ
Meskidi website tertulis prosesnya 2×24 jam hari kerja. Alangkah baiknya mengajukan dua minggu atau sebulan sebelumnya. Pengalaman pribadi pernah lima hari sebelum berangkat, dan sebulan sebelum berangkat. Seorang kawanku malah parah, sudah seminggu apply belum juga approve. Dan besoknya dia harus berangkat ke India.
Apakah kamu pencinta film Bollywood? Siapa yang ngefans dengan artis-artis seperti Aishwarya Rai dan Priyanka Chopra? Kira-kira gimana, sih, rasanya makanan asli India? Sebenarnya negara India nggak pernah masuk dalam wishlist jalan-jalan luar negeri saya. Tapi, kalau dapat kesempatan gratis, masa mau ditolak? Tahun 2019, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus internasional di Kota Hyderabad dari Kedubes India. Meski cuma sebentar, pengalaman datang dan tinggal di India bikin fantasi akan film Bollywood pengalaman tersebut, saya tergelitik untuk menuliskan beberapa hal yang perlu kamu antisipasi jika hendak jalan-jalan ke India. Ingat, lebih baik sedia payung sebelum hujan, kan, ketimbang sudah berada di sana, eh nggak ada persiapan.1 Cuaca yang terikJika kulitmu termasuk sensitif dan nggak tahan terik matahari, siapkan lotion dengan SPF tinggi dan payung. Serius, deh, panas di India itu beda banget sama Indonesia. Bahkan saya pribadi yang sudah pernah umrah berani bilang kalau di Arab saja nggak seterik India. Jadi, kalau hobimu gowes dan jogging tipis-tipis, jangan lakukan di siang bolong di sana, ya.2 Macet dan klaksonEntah kenapa di India semua orang suka mengklakson. Kalau kamu sering kejebak macet dan stres akan transportasi di Jakarta, hei, itu belum seberapa, Kawan. Di India, telinga kita harus kebal dengan serbuan klakson pengendara dan sikap “ramah” mereka di jalan. Jangan kaget bila di jalan bebas hambatan saja kita bisa melihat pengendara sepeda motor berboncengan 3 orang tanpa mengenakan helm. Seru, kan? 3 Sulit beli nomor seluler bagi pendatangKalau suatu hari nanti kamu berkesempatan jalan-jalan ke India, saran saya, beli paket data dengan periode sama dengan waktumu tinggal di India. Serius, bagi pendatang atau turis untuk mendapat nomor HP lokal itu susah banget, bahkan hampir mustahil. Setidaknya itu yang saya alami tahun 2019. Sebagai pelajar yang diundang secara resmi dan mendapat rekomendasi dari rektor—iyaaa, rektor tempat saya kursus—saya kesulitan dapat nomor lokal. Ada saja alasannya, mulai dari alasan keamanan dan hal-hal lain yang sulit kita penuhi.4 Obat sakit perut Bagi kamu yang punya perut sensitif terhadap makanan, jangan sekali-kali beli makan di kios pinggir jalan India. Kebetulan saya pernah makan makanan semacam kari yang dijual di pinggir jalan dengan beberapa teman internasional dari Kolombia dan Peru. Eh, teman saya dua-duanya masuk IGD gara-gara makan makanan tersebut. Sementara saya, sebagai penggemar makanan warteg dan nasi padang pinggir jalan, alhamdulillah baik-baik saja. Setelah diperiksa, ternyata kedua teman saya ini terinfeksi bakteri akibat makan kari tersebut. Memang perut orang Asia nggak bisa dikalahkan, ya. Hehehe.5 Perhatikan jenis transportasi publik yang kamu pakaiPada akhir pekan, saya dan teman-teman mendapat kesempatan pergi ke New Delhi dan Agra Taj Mahal dengan menyewa mobil rental. Tadinya kami berencana naik moda angkutan publik lain. Namun, hal tersebut sangat nggak dianjurkan oleh Profesor kami di sana. Jadwal kereta api sangat nggak bisa diandalkan termasuk kenyamanannya, jadi memang paling efisien adalah sewa hanya 1 bulan tinggal di India dan lebih banyak menghabiskan waktu di lingkungan kampus, ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari orang India. Di sana, perempuan India mendapat peranan besar dalam berbagai bidang pekerjaan. Nggak heran mulai dari pekerjaan kasar hingga jadi profesor banyak dilakoni oleh para perempuan di sana. Pendanaan program pemerintah juga mengharuskan keterlibatan perempuan dalam organisasinya. Suara perempuan benar-benar didengar dan dihargai. Keramahan orang India juga mirip dengan orang Indonesia, bahkan lebih berkat ekspresi mereka menggoyang-goyangkan kepala. Saya sampai sulit membedakan apakah orang India setuju atau nggak dengan pendapat kita lantaran mereka selalu menggoyangkan kepala ketika bicara. Sampai-sampai saya ikutan goyang kepala waktu ngobrol dengan memang negara yang unik dan penuh dengan kenangan yang sulit dilupakan bagi saya. Satu yang pasti, selama berada di sana, saya nggak pernah tuh ketemu dengan artis Bollywood yang saya sampaikan di awal tadi. Gambar Dokumentasi pribadi penulisTerminal Mojok merupakan platform User Generated Content UGC untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini diperbarui pada 20 September 2021 oleh Intan Ekapratiwi
RuteKlasik Jalan-Jalan ke Australia untuk Keluarga. By Unknown - June 30, 2011. Kota-kota di Australia. Gambar dari www.australia.com. Mungkin sudah banyak yang berniat liburan ke Australia, tapi bingung mau mulai dari mana. Australia memang negara yang besar dan luas, menawarkan berbagai macam atraksi wisata: kota, sejarah, seni budaya, alam
Jangan lupa follow channel Telegram TRPbm untuk updates terkini, relevan dan menarik! Selepas beberapa negara seluruh dunia membuka pintu sempadan mereka, ramai yang mengambil peluang untuk kembali melancong selepas dua tahun terkurung’ di dalam negara masing-masing. Antara negara yang telah membuka pintu sempadan mereka adalah seperti Korea, Thailand, United Kingdom dan banyak lagi. Bercakap tentang pergi bercuti, perkara pertama yang perlu diambil kira adalah tentang bajet dan lokasi menarik yang ingin dituju. BACA JUGA Lelaki Ini Kongsi Itinerari Trip Bajet Ke Turki. RM3,600 Je Seorang! Jom ke India! Bila pergi bercuti, lokasi yang sering menjadi tumpuan mesti negara-negara Eropah yang sejuk. Apa kata kita ke negara sekitar pula seperti India? Teringin juga nak tahu ada apa di sana. Sumber Xianhua Baru-baru ini seorang pengguna Twitter Jak yang merupakan warga Indonesia telah berkongsi pengalamannya ke beberapa negeri di India seperti Delhi, Agra, Jaipur dan Udaipur dengan menaiki kereta api. Jom baca perkongsiannya di bawah Sebelum tiba di India. Bila kita nak tinggal di negara asing dalam beberapa tempoh, beberapa persediaan seperti tempat penginapan, kemudahan berkomunikasi serta pengangkutan perlu diteliti terlebih dahulu untuk memudahkan urusan. Kad sim untuk telefon Untuk pengembara ke India, ada dua jenis yang boleh digunakan sama ada menggunakan kad sim India seperti Airtel atau chip roaming Felxiroam yang berbentuk pelekat dan hanya ditampal di belakang kad sim telefon anda. Penerbangan Lelaki ini memilih untuk menaiki syarikat penerbangan Thai Airways untuk ke India dari Indonesia. Sudah pastinya perlu transit di Thailand apabila menaiki penerbangan dari negara tersebut. Antara pengalaman pahit yang dikongsikan adalah apabila minyak wanginya yang baru dibeli dibuang ke dalam tong sampah oleh pihak penerbangan di Thailand ketika transit. Keesokan harinya, penerbangan ke Delhi tiba pada jam pagi. Zon waktu di India adalah UTC+ Kalau anda lihat lapangan terbang di India, boleh tahan cantik juga. Sumber Twitter Tiba di India. Selepas tiba di lapangan terbang, masa untuk mencari stesen kereta api bagi memulakan pengembaraan di India. Menurut lelaki itu, cuaca di sana agak panas iaitu 37 darjah celcius tetapi bahangnya seperti 42 darjah celcius. Tidak peliklah banyak berita tentang gelombang haba di India. Disebabkan tiada kereta persendirian, lelaki ini banyak menggunakan perkhidmatan e-hailing seperti Uber dan Ola. Nak naik beca elektrik pun ada ya. Tapi kalau anda nak sewa kereta pun tiada masalah. Beca elektrik. Sumber Twitter Pengembaraan sekitar India bermula. Lelaki ini mengambil kereta api dari Delhi dan tiba ke bandar Agra tiga jam kemudiannya. Suasana di dalam kereta api ini agak sempit dan dipenuhi dengan katil tiga tingkat di kiri dan kanan. Bayangkan cuaca agak bahang, pendingin hawa pun tiada. Memang masak oi! Sumber passportandpixes Setibanya di Agra, lelaki berkenaan menaiki teksi ke tempat penginapan untuk berehat. Antara lokasi yang dituju oleh pengembara ini ketika India adalah seperi berikut Agra – Taj MahalJaipur – Amber Fort, Jal Mahal, Hawa Mahal, Pink City dan Panchvati CircleUdaipur – Monsoon Palace dan City PalaceDelhi – Jama Masjid, Connaught Place Banyak sebenarnya budaya dan warisan masyarakat India yang kita boleh belajar bila berada di negara tersebut. Menarik juga kalau dapat pelajari dengan lebih mendalam. Kalau anda nak tahu perjalanan penuh 11 hari lelaki ini ketika di India, boleh klik [DI SINI] untuk membaca perkongsian penuh. Solo Traveling ke Negeri Bollywood, India 🇮🇳Negara yang biasanya diledekin karena street foodnya, ternyata masih banyak makanan yang enak dan bersih.A thread Jak zqhr June 8, 2022 Kongsi cerita menarik dan terkini bersama kami di media sosial TRPbm Facebook, Twitter, dan Instagram.
Аղαձ ог ոпаዶер
И сад скеբошо
Шαղωй уጺէւօ бри
Κጾнեւи ይсካψθպዝֆ е θщ
Орагο пс онቿж չቀжицևናо
Эጂаձяսуςօ ղытоψኂχеτа
Ξуклуφеբиծ жαኚυщаտаμо иւиզюջθհ
ፈըмፈлቾղ ዦ гуղ рсувի
Ուዕαтεхοцረ оሧузи
Ուգጀթοрсыኄ ብхιዢа
Sudahkangen jalan-jalan dan wisata kulineran lagi? Karena belum bisa dengan bebas bepergian, kamu bisa manfaatkan waktu ini untuk cari tahu soal spot liburan dan juga hidangan yang wajib kamu coba. Jangan lupa juga tetap main di agen slot online supaya ada pemasukan untuk membiayai jalan-jalanmu nanti ya.
Ahh India 🙂 Ok, setelah membaca tulisan saya sebelumnya disini, saya yakin banget jadi banyak yang khawatir untuk traveling ke negara penuh warna ini. Ok, jadi saya akan menuliskan pengalaman saya pribadi setelah melakukan perjalanan ke India ini berdasarkan poin-poin yang dulu saya khawatirkan. 01. Jangan Makan Sembarangan Kita pasti sudah diajarin dari kecil ya, kalau jangan makan sembarangan, jangan jajan dipinggir jalan karena banyak debu dan kotor dan masih banyak lagi deh. Perut setiap orang pun rata-rata berbeda. Ketika saya pulang liburan dari US, trus pulang ke Medan, biasanya ada 1-2 hari kalau saya dan Matt langsung makan rendang, kita bakalan dapat diare tapi……tentu saja karena kita memang suka makanan pedas jadi kalau pun dapat diare, selama ada Immodium dan Norit, we are ok haha. Selama di India seperti yang saya perkirakan, saya tentu saja dapat diare, padahal semua temen saya gpp. Saya makan norit dan langsung mampet tanpa masalah sama sekali. Mungkin saya dapat diare itu dari samosa yang saya beli pagi hari dan baru dimakan malam hari. Tau gak, saya paling takut sakit kalau lagi traveling, itu juga kenapa saya memilih untuk makan makanan yang lebih bersih dari restoran atau hotel. Kita hanya nyoba 2 kali makanan pinggir jalan. Setelah saya dapat diare di hari ketiga disana, semua teman langsung setuju tanpa masalah kalau kita hanya akan pergi makan di tempat yang aman saja haha. Oya, saya juga mencoba menjadi vegetarian selama di India. Saya berhasil tanpa ada masalah. Gampang jadi vegetarian di India. Tips Beli makanan di restaurant atau di warung-warung lokal yang banyak didatangi orang. Saya gak makan salad atau buah potong karena takut sakit perut. 02. Hanya Minum Dari Botol Minuman Yang Masih disegel Yaiyalah ya haha. Di Indonesia juga kita dikasih tau kayak gitu ya. Dimanapun sih seingat saya. So, biasa aja tapi….tentu karena saya takut kena sakit perut, lagi-lagi saya hanya minum dari brand Himalayan. Selain brand ini termasuk yang aman, di bungkus minumannya suka ada tulisan yang bagus banget. I love it. Trus, setiap kali di restoran atau hotel kita juga tetap minum dari Himalayan. Pokoknya kita anak botol minuman banget lah. Suatu hari kita nyobain cheese cake paling enak disalah satu cafe di Udaipur. Pemilik restonya mendatangi kami dan bilang “kamu bisa minum dari botol ini karena saya jamin bersih” dan yah, kita minum dari botol. Alhamdullilah gpp. 03. Scams Yah saya susah ngomong kalau ini. Sehati-hati dan sebanyak apapun jenis scam yang saya baca di India rasa-rasanya tidak pernah cukup. Selalu ada banyak cerita baru. Ada satu DM apa komen gitu di IG lupa dia kasih tau kalau selama disana selalu kena scam. Macem-macem pula jenisnya. Susah diprediksi gitu. Mulai dari belanja sampai money changer itu banyak banget penipuan. So, lebih baik ambil di ATM aja deh. Beneran mereka itu trik scam nya sama kayak saya dulu pelatihan di BANK menghadapi penipu di kasir bank. GILAK! 04. Bahasa Tubuh Kita geleng kepala tanda gak mau atau NO, ehh mereka mikirnya ok. Ditungguin deh sampe kita balik lagi dan maksa harus beli. Sungguh lelah karena kadang-kadang saya males jawab tapi refleks menggelengkan kepala tanda tidak mau diganggu. Tips Muka ketat, gak mau senyum, dan berlalu dengan dagu diangkat. Sungguh ini bukan saya banget. Saya itu tipe yang selalu senyum soalnya hahhaa. Kata temenku, kamu ini awas ya kalau baik-baik di India. Gak boleh senyum-senyum trus. Dia khawatir banget karena baru di pesawat saya sudah dapat kenalan yang nawarin mau kasih gelang hahaha. 05. Tranportasi Emm kita hanya naik pesawat dan sewa mobil so hampir tidak ada masalah. Supir dan perusahaan tempat kita sewa mobil juga service nya bagus parah. I love it. Oya kita naik tuk-tuk deng beberapa kali karena Tita suka dan untuk masuk ke gang-gang kecil, kita suka sih tapi untuk deal harga diserahkan ke orang hotel ajalah or…..kita cek harga UBER dulu haha. Trus setelah tau harga Uber, kita tawar separoh harga or 80 % nya. Ini keuntungan jalan dengan 2 temen yang otaknya bisnis banget hihihi. 06. Jangan Pernah Kasih PASPOR! NO…..jangan pernah. So, lakukan hal ini ketika kamu sampai di India. Setiap hotel di India bahkan katanya yang 5 stars sekalipun akan minta photocopy halaman depan paspor + halaman visa India yang dicap. So, begitu nyampe kita photocopy semuanya sebanyak hotel yang akan kita inapin. Ada sih hotel yang tetep minta karena dia bilang photocopy nya gak jelas. Kita ngeliatin si petugas bawa paspor kita kayak elang nyatronin anak kelinci haha. Paspor juga selalu kita bawa kemanapun karena khawatir kamar hotel di bobol atau ada yang iseng ambil pas bersiin kamar. Iya, waspada dan paranoid, padahal kita gak nginep di hotel abal-abal juga sih. 07. Pakaian Saya lihat nih ya, sepanjang kamu gak kasih liat pundak, belahan dada atau paha harusnya sih aman-aman saja. Semua bule pun mencoba berpakaian yang sopan. Sopan menurut India ya karena kalau keliatan perut malah gpp banget. Oya, saya perhatikan juga karena kulit saya dan Tita lebih gelap, mereka pikir kita orang lokal. Jadinya jarang banget yang tertarik dengan kita baguslah tapi 2 temen saya lainnya yang kulitnya sungguh putih selalu jadi inceran dimanapun berada hahha. Ampe mati kebosanan mereka karena selalu diajak foto sana sini. Sebelumnya kita baca berita ada sepasang turis dari Swedia kalau gak salah dipukulin karna gak mau diajak foto oleh segerombolan pemuda di India. Jadilah 2 temen saya itu ketakutan. Makanya setiap kali diajak foto pasti gak nolak. Yang ngajakin biasanya anak-anak muda atau cowok-cowok gitulah. Sementara aku dan Tita lebih sering diajak foto oleh ibu-ibu atau anak-anak cewek. Kita jadi bercanda ke temen kita yang lain, jangan-jangan besok-besok foto mereka sudah ada di kamar mandi atau dibalik bantal haha. Sampai pernah nih, kita pulang malam banget dan jalan kaki dari hotel karena kita nyuruh supir pulang duluan. Eh, pas jalan kata temen saya itu ada beberapa cowok begitu liat dia langsung masukin tangan ke celana. Euwww banget gak sih. 08. Toilet Oh ini persiapan saya yang paling seru hehe. Saya punya spray, tissue, lap, untuk bersiin toilet. Beneran niat banget karena saya jijikan banget. Selalu pake kacamata hitam juga kalau masuk toilet. Zonk saya hanya 1 kali di Airport. Selebihnya aman karena supir kami yang baik hati selalu ngecek kondisi toilet sebelum ndoro-ndoro nya ini masuk hahha. Kalau pun gak ada supir, biasanya temen-temen saya masuk toilet pertama. Abis mereka kelar baru deh saya masuk hahha. 09. Polusi Emmm yah mau gimana lagi ya, sama kayak Medan, susah liat langit biru di Delhi atau kota-kota besar. Selain itu susah kaget juga karena Medan sendiri menduduki kota yang tinggi polusinya. Baca disini. Jadi saya yah, kayak biasa aja tapi selama di India saya sakit trus sih hehe. Mulai dari diare, randang tenggorokan, demam dan flu. 10. Jangan keluar malam-malam sendirian Emmm kita sempet 2-3 kali deh kalau gak salah keluar malam-malam tanpa ditungguin supir karena kasian aja dia tungguin kita. So far aman tapi biasanya kita pulang naik UBER atau pernah juga jalan kaki dan diliatin trus. Rasanya malam itu saya nyesel banget keluar karena diliatin hehe. Tau gak, saya gak nyesel sama sekali pergi ke India. Kepengen balik lagi juga. Saya pengen road trip di daerah padang pasir di Rajasthan untuk liat suku-suku yang nomaden, festival unta di Puskhar, ketemu perempuan-perempuan “gypsy” India yang pakaian dan makeup nya sungguh keren tiada tara. Makan makanan vegetarian mereka lagi, belanja mungkin, ke daerah utara di Kashmir, Landakh, Leh. Lalu saya juga kepengen masuk ashram untuk ikutan yoga reatreat, nonton Holly Festival, ke kota tua Varansi, Mumbai mungkin. Kemaren pas di India saya sempet ngerasa “aku capek banget dan pengen pulang saja” tapi setelah saya pikir-pikir ternyata saya bukan capek karena Indianya tapi karena ada hal-hal lain yang bikin saya sedikit frustasi. Begitu ada di Indonesia, saya malah mikir pengen balik lagi hihihi. Dasar manusia ya. Tips untuk menikmati India Menurut saya nih ya, kalau ada budget lebih mending sewa mobil aja deh hehe. Hire guide untuk menemani perjalanan karena seru banget loh ada guide yang selalu bisa jelasin ini itu. Pasang muka annoying supaya gak ada yang tegur sana sini dan gangguin nawarin ini itu juga. Yakinlah, untuk orang Indonesia seharusnya India tidak semengerikan itu untuk traveling tapi tetep aja untuk cewek-cewek lebih baik pergi dengan teman atau pasangan. Kalaupun sendirian saya lihat beberapa turis menggunakan private guide dan sewa mobil. Alasannya tentu lebih aman dan nyaman aja. Waktu terbaik ke India antara bulan November – Maret karena udara tidak terlalu panas dan cenderung sejuk. Mei – Juli itu bulan paling tidak menyenangkan di India karena panas banget. Tawar sebanyak mungkin kalian bisa dan tegaaan kalau perlu berantem aja. Kita sempet berantem pas beli syal Kashmir hehe dan gak menang sih. Ughhh…aku paling gak suka deh belanja di India. Bawaanya pengen ngajak berkelahi aja jadinya. Set harapan serendah mungkin supaya kalian bisa tercengang ketika disana haha. Saya lakukan hal itu dan ternyata beneran. Saya kayak mengalami banyak sekali emosi. Dari mulai senang, sebel, pengen ngamuk sampai seneng lagi. Anything is possible in India kata supir kami 🙂 dan itu bener banget!
Pengalamanjalan-jalan ke Curug Cibeureum Cipanas. Hari ini saya akan sedikit cerita pengalaman saya sewaktu liburan yg lalu iseng-iseng diajak teman untuk berlibur ke Puncak. Hari itu hari Minggu, tanggal dan jamnya saya tidak tau pasti tapi yg jelas sih hari itu dimana saya bisa hang out ke Puncak. Menurut kalian mungkin itu hal yg biasa yah
Dalamvan tersebut ada dua pemandu wisata, satu orang untuk wisawatan Jepang dan satu orang untuk berbahasa Inggris.Selama perjalanan, pemandu kami bercerita banyak tentang sejarah, politik, gaya hidup orang Vietnam serta asal usul mengenai Halong Bay.Perjalanan menuju ke Halong Bay ditempuh selama 3 jam dari Kota Hanoi.
Saya sering dapat pertanyaan tentang jalan-jalan ke India, solo traveling ke India, female traveler ke India, padahal saya juga baru tiga kali ke India dan baru mengunjungi sedikit kota dari 29 negara bagian di yang menganggap saya go-to person untuk ditanya soal India. Menanggapinya, ya saya bisa apa selain kibas rambut sambil menggeliat mengelilingi pohon sering ditanyakan hal yang sama, jadi saya kepikiran untuk kumpulkan saja pertanyaan dan jawaban tentang jalan-jalan ke India, khususnya untuk pejalan ini membantu Teman-teman dan yang bukan teman saya nggak diskriminatif untuk meyakinkan diri jalan-jalan ke India. Hehehe. Aman nggak sih perempuan ke India? Saya nggak bisa jawab langsung YA atau TIDAK, nggak bisa garansi. Tapi yang pasti, saya meyakini di setiap negara itu ada orang jahatnya dan ada orang baiknya. Nah, karena saya juga percaya karma, maka orang seperti apa yang akan kita temui dalam hidup ini TSAH! adalah juga tergantung karma kita. << Macam berat ya pembahasan ini. Wkwkwk Puji Tuhan, tiga kali saya ke India, tiga kali juga saya pulang tanpa kurang suatu apa. Alhamdulillah. Susah ya jalan sebagai perempuan di India? Diliatin ya? Digodain ya? Itu ada yang sampai diperkosa! Susah Enggak. Agak lebih menantang dibanding jalan ke negara lain? Iya. Terlebih kalau perempuan sendirian dan secara fisik terlihat sekali berbeda dengan orang sana. Ketahuan turis banget gitu. Saya beruntung wajah saya agak bunglon. Kadang kelihatan kayak Sunda, kadang India, kadang Filipina, kadang Jawa, kadang Cindo, kadang kayak BCL Yhaaa.. Ngarep. Dari pertama saya ke India, beberapa orang sudah bilang saya mirip orang India timur kayak dari Darjeeling gitu. Pas saya googling wajah orang Darjeeling, lha ternyata kebanyakan terlihat seperti Chinese Mongolian. Hihihi. PS Saya selalu dikira Chinese pas di Maroko. Dan saya juga disangka lokal pas di Cina. Lucu ya. Padahal kalau dari standar Cindo atau orang Indonesia pada umumnya, saya nggak kelihatan Chinese sama sekali. Hihihi. Jadi kalau dari fisik, saya sesungguhnya nggak terlalu signifikan bedanya sama orang sana. Beberapa kali saya mau masuk museum pun saya ditagih harga tiket masuk lokal. Baru pas saya bilang, “No, no.. I’m foreigner.” mereka trus bengong sebentar lalu menagih harga tiket masuk khusus orang asing. Hihi. Orang India itu suka ngeliatin memang, khususnya ke perempuan. Yang lebih kurang nyamannya, cara mereka ngeliatin itu menatap, bukan cuma melihat sekilas. Saya pribadi kalau diliatin doang si nggak apa. Kalau saya sudah mulai merasa terganggu, biasanya saya tatap balik orangnya. Hahaha. Ntar lama-lama orangnya nunduk. Malu mungkin. Malu-malu mau. HALAH! Digodain? YAELAH DI JAKARTA AJA SAYA JALAN KAKI PAS HUJAN-HUJAN PADAHAL PAKAI JAS HUJAN DAN PAKAIAN TERTUTUP JUGA DIGODAIN!! Is it okay? No. Not okay. I was just giving a reality check, bahwa di negara saya juga saya menerima street harrasment serupa. Jadi seharusnya kalau sudah paham sama godaan tak berfaedah di Jakarta atau beberapa kota lain di Indonesia ya akan selow dapat godaan pas di India. Cuekin aja. Prinsip saya, selama saya nggak disentuh, saya bohwat. Lewatin saja. Mesti pakai pakaian kayak gimana sih biar aman? Usahakan pakai pakaian yang tertutup, nggak ketat, dan berbahan nyaman. Jangan lupa juga bersepatu. Kalau bisa, pakai sepatunya yang gampang dibuka, jangan yang bertali banyak. Bayangkan saja pakaian untuk masuk ke kuil/masjid/gereja gitu. Kenapa bayanginnya masuk ke tempat-tempat ibadah ini? Karena ya memang banyak tempat ibadah di sana. Hahaha. Dan memakai baju yang diterima di tempat-tempat ibadah ini memudahkan perjalanan; jadi nggak mesti ganti baju atau pakai syal/kain tambahan yang disiapkan tempat ibadah tersebut. Syal atau kain penutup yang dipinjamkan tempat ibadah tersebut kemungkinan sudah dipakai ribuan pengunjung dan hanya Tuhan yang tahu kapan itu syal dan kain terakhir dicuci loh. Hihihi. Ada beberapa pejalan yang senang pakai baju nasional dan baju daerah kayak saree atau anarkali saat jalan-jalan di India. Gpp juga, tapi perlu dipertimbangkan, untuk yang berwajah tidak India dan berkulit beda jauh sama orang India, siap-siap aja jadi bulan-bulanan diminta foto bersama. Orang sana sering maksa pas minta foto bareng ya? Enggak sih, nggak maksa. Pengalaman saya, ya mereka minta saja gitu. Sama kayak beberapa orang Indonesia yang suka minta foto bareng bule di Monumen Bom Bali Legian lah. Hehehe. Kalau bersedia, ya tinggal foto bareng. Kalau nggak bersedia, saya biasanya bilang terus terang, “I’m sorry, I’m in a hurry.” trus jalan aja. Itu jujur ya karena saya jarang nolak foto bareng kalau orangnya minta dengan baik, jadi memang kalau pas nolak, itu karena saya memang lagi buru-buru. Kadang, ada juga yang malu atau nggak mau bilang minta foto bareng. Tahu-tahu dia pakai tongsis dan berdiri di depan saya. Pas saya nengok ke layar HPnya, lah ada saya di belakangnya masuk ke layar juga. ISH. Awalnya nggak sadar ada tipe yang mau foto bareng dengan cara begini, lama-lama bukannya oke, saya malah kesal. APA COBA DIFOTO CANDID GITU? Kalau saya lagi ngupil gimana? Kan membawa nama kurang elok bagi negara saya! Seorang turis dari Indonesia tertangkap tangan sedang mengupil di Nahargarh Fort, sebuah benteng bersejarah di Jaipur, India. Berikut bukti fotonya. JENG JENG! Jadi kalau ada yang sok-sokan mau selfie trus saya ngintip ada saya di belakangnya masuk layar; antara dua, antara saya trus senyum ke kamera atau malah kabur. Seringnya saya lakukan yang kedua. Abis, nggak sopan sih! Jangan mau kalau diminta foto bareng! Nanti dipegang-pegang!! Kampung banget orang sana minta foto bareng. Hahaha Pernah ada yang bilang begini ke saya. Nadanya menggurui banget. Pas saya tanya apa dia sudah pernah ke India, dia bilang belum. I rest my case. Foto bareng itu kampung? Bok! Jangan sedih.. Macam di Indonesia orang-orangnya nggak pada suka minta foto bareng bule saja. Kampung enggaknya itu tergantung masing-masing orang ya, tapi faktanya, bahkan di negara kita sendiri, ada yang suka minta foto bareng bule. Hihihi. So, is it okay to say yes and take a pic with them? YES! Saya punya beberapa tips kalau dimintai foto bareng 1— Kalau diminta oleh banyak orang, katakan mau fotonya bareng dalam satu waktu saja. Jadi nggak satu-satu gitu. Selain lebih aman, foto bareng begini juga tidak menghabiskan waktu. Bayangkan kalau ada delapan orang minta foto bareng dan harus satu-satu ya bagaimanaaa? Lamo lah ikoooo.. 2— Usahakan tidak berada di tengah saat foto bareng dengan banyak orang apalagi dengan lawan jenis. Saya seringnya minta saya yang motret dan memegang HP atau kamera yang akan dipakai lalu saya bariskan mereka di belakang dan saya maju 1-2 langkah ke depan dan wefie deh. Hehehe. Jadi kan foto bareng tu, tapi badan saya tidak kena mereka, meminimalisir kemungkinan bersentuhan lah. Kata Mama nggak boleh bersentuhan dengan yang bukan muhrim. Cailah! Atau kalau mau bersebelahan, dibentuk ala foto band saja, jadi ada senjang antar masing-masing orang gitu. Hihihi. 3— Berposelah yang lurus-lurus saja. Tangan ke bawah, paling kepala saja yang agak miring hihihi. Nggak usah pakai merangkul untuk terlihat ramah gitu. Bukan budaya sana juga rangkulan di foto antara perempuan dan laki-laki. 4— Be honest. Kalau sedang tidak bisa melayani permintaan foto bareng duileh ni kalimat bikin saya merasa macam Raisa saja..hihi ya bilang saja jujur tidak bisa. Kalau tidak mau, bilang tidak mau. Tentu dengan tegas dan tetap sopan. 5— Jangan berpenampilan menonjol kalau tidak mau diminta foto bareng. Saya pernah membaca curhatan’ seorang pejalan di sebuah forum jalan-jalan di Facebook yang bilang dia terganggu banget karena sering dimintain foto bareng pas di India. Saya klik lah foto-foto perjalanannya, lalu saya ngekek. Lhaaaaa dia ke Taj Mahal pakai saree, ke Red Fort pakai saree, wajahnya nggak ada India-Indianya acan, ya gimana orang nggak getol minta foto bareng dia cobaaaa.. Yang nggak sehat siapa? 😀 Ada language barrier nggak di sana? pertanyaan dari Mei GeretKoper Ada sedikit tapi tidak terlalu terasa. Hampir semua orang bisa bahasa Inggris dan bahasa Inggris mereka cukup mudah dimengerti. Transportasi umum susah nggak di sana? Enggak juga. Di Delhi, pada perjalanan kedua, saya baru mencoba naik metro dan ternyata Delhi Metro itu sungguh sangat menyenangkan dan reliable untuk digunakan. Harganya sangat terjangkau dan jaringannya mencapai banyak tempat wisata. Ada Woman Only Coach di gerbong paling depan pula. Yang agak menyebalkan dari Delhi Metro hanya satu scanning di setiap pintu masuk! Hahaha. Scanning badannya dipisah antara laki-laki dan perempuan tapi scanning barangnya jadi satu. Itu kalau lagi bawa barang belanjaan banyak ribet banget deh. Hihihi. Selain dengan metro, auto rickshaw disingkat jadi auto/oto atau yang kita sebut bajay itu tersedia di hampir setiap pengkolan. Atau cara lain kalau nggak mau menyetop auto di jalan dan menawar adalah dengan mengunduh aplikasi Ola. Di aplikasi Ola ini, kita bisa pesan auto sama seperti kita memesan Gojek. Lucunya, saat kita sudah bertemu supir autonya, kita harus memasukkan kode pairing’ gitu di aplikasi HP kita. Si Abangnya juga akan pairing’ dengan kode yang sama di HPnya. Hahaha. Biar nggak salah orang kali ya. Harga di Ola ini sudah tertera kayak harga di aplikasi Gojek, sampai di tujuan tinggal kasih uangnya saja deh. Kalau nggak pakai Ola, harus tawar menawar harga. Menawar harga itu wajib, tapi jangan kasar dan sadis banget nawarnya ya. Eh tapi terserah sih, saya emang suka nggak enak hati kalau menawar sadis, suka kepikiran pas naik, apakah saya sudah menzalimi Abangnya? Hihihi. Uber juga tersedia di banyak kota besar di India. Uber di India kebanyakan nggak pakai mobil pribadi tapi kayak taksi khusus gitu. Badan mobilnya putih dengan garis hijau melintang horizontal di bawah jendelanya. Bayar Uber pakai kartu kredit Indonesia saat di India pun bisa dilakukan. Supirnya nggak semua bisa berbahasa Inggris jadi kalau mau stop over agak ribet ngasihtahunya. Tapi bisa dilakukan, hanya harus sabar. Hihihi. Harga makanan di sana bagaimana? Dari murah sampai mahal ada! Saya suka sekali makan street food di India. Pani Puri tu favorit saya. Kalau liat Mamang Pani Puri di pinggir jalan bawaannya laper mendadak, padahal baru makan satu jam sebelumnya. Hihihi. Selalu ada tempat lah untuk Pani Puri. Sekali makan bisa sampai 15 astagfirullah. Makan di restoran harganya sedikit lebih mahal tapi masih terjangkau. Mau makanan yang lebih mahal dan tingkat atas, bisa ke restoran fine dining atau ke hotel bintang empat atau lima. Karena kalau bintang tujuh, nanti pusing dooong. *yah…joke lawas* Makanan di sana jorok-jorok ya? Nggak bersih ya? Bikin sakit perut nggak? Guys, may I remind you WE’RE INDONESIAN!! Hihihi. Macam makanan di Indonesia sudah yang paling bersih saja deh. Makanan jalanan di Indonesia juga campur debu, sinar matahari, plastik, tinta printer, juga kadang tinta koran. Wkwkwkwk. Kedai pinggir jalan di Indonesia juga banyak yang sebelahan sama kandang ayam atau toilet. Saus di makanan pinggir jalan di Indonesia juga banyak yang pakai saus ala-ala yang terbuat dari cabe dan tomat busuk. Pada dasarnya, sama seperti di Indonesia, believe your gut when you want to eat outside. Be it street food or not. Puji Tuhan saya nggak pernah sakit perut, nggak pernah kena Delhi Belly. Tapi bahkan untuk Pani Puri pun, saya lihat banget penjualnya karena Pani Puri tu dibuat pakai tangan. Jempol Mamangnya harus mecah kerupuknya untuk kemudian memasukkan tumbukan kentang, abis itu kerupuknya dicelup ke saus asam pakai tangan juga tentu, nah kalau sekiranya Mamangnya bukan tipe yang bersihan, saya ya nggak beli. Hehehe. Kalau makan di restoran apalagi fine dining sudah pasti bersih lah ya.. KATA SIAPAAAA?? Bossnya teman saya, hanya mau makan di hotel dan restoran kelas atas di Delhi, pas di hari ketiga di India sakit perut parah sampai nggak bisa pergi-pergi. Hehehe. Atau teman satu hostel saya yang koar-koar dia cuma akan makan dari restoran atau mie instan demi menghindari sakit perut ya akhirannya malah sakit perut. 🙁 Jadi kembali lagi, soal makan, believe your gut, and put a positive suggestion to your body. Kan masing-masing tahu kadar dan jenis makanan yang bisa diberikan ke tubuh. Kalau sudah ragu, mending jangan. Karena kata Oprah, doubt is don’t. Berlaku juga saat menentukan mau bilang iya apa enggak untuk pinangan si dia ya. Ingat!! Doubt is don’t yaaaa. Hihihi. Pernah merasa takut nggak pas jalan-jalan di India? Pernah. Pas saya ke bandara Amritsar di pagi buta naik auto karena nggak ada taksi yang mau mengangkut saya sama sekali dikarenakan kabut yang sangat pekat dan kemudian Abang auto meninggalkan saya di sebuah jalan yang katanya menuju pintu bandara tapi saya nggak bisa lihat apa-apa selain bias lampu yang jatuh ke kabut yang tebal, itu saya agak merasa takut. Pas saya di Gulmarg sendirian dan diikuti belasan Abang Tukang Kuda di belakang sampai masuk-masuk ke hutan, itu saya takut. Baca disini Solo Trip ke Kashmir, Aman Tapi Bikin Kantong Jebol Pas saya mau naik gondola sendirian di tanah antah berantah, itu saya takut. Banyak juga kan saya takutnya. Tapi ya kembali ke pernyataan awal lagi. Saya percaya selalu ada orang baik dan orang jahat dalam sebuah komunitas masyarakat. Jadi ya percaya saja sama karma baik diri sendiri dan stay positive. Percaya juga Tuhan akan lindungi. Di saat yang sama, tetap alert. Waspada sama sekitar. Agak abstrak ya, tapi ya abis bagaimana, percaya nggak percaya ya memang begitu adanya. Hehehe. Lagipula, kalau mengedepankan rasa takut, kita nggak akan ke mana-mana lho. Cailah Bulan kayak orang bener saja ngomongnya begitu. Kayaknya sekarang sebegini dulu deh kumpulan pertanyaan dan jawaban tentang jalan-jalan ke India ya. Kalau masih ada yang mau ditanyakan, silakan lho di kolom komentar, nanti saya jawab langsung dan mungkin kalau banyak pertanyaan yang belum terwakilkan dalam post ini, akan saya buat post lanjutannya. Sedaaap!!Semoga membantu meyakinkan diri Teman-teman yang mau ke India ya. Khususnya Teman-teman sesama perempuan. India itu indah, misterius, dan bikin salty, in a mysterious way. Kalau memang suka dengan budaya, warna, keanehan HQQ, dan ingin bersyukur untuk hidup yang selama ini dimiliki, datanglah ke India. ah, dari tadi sudah sudah terus tapi nggak berhenti-henti. Sekarang saatnya kuberhenti! Wabillahitaufik wal hidayah. Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. semoga benar tulisannya.Senyum dulu ah.. 🙂
Щቇслοклሦщኼ ኼοκիσагովо ղሁ
Νуфаթωси հቿኺጇкриниሯ
Звонθփաቻ օнеβևзеքуд фиνиዝ
Рсθхቿκ ըклխν հոзимոф ሟվирուйոбա
ነеμխзвο ፆаጼይнемθթ ሌօտօጃቷչаду ጉйуνыпув
Իши бխգо хаյቃпрէ
Оչыգеφխቾе ич
ԵՒрωврижаጻ еκωкէλ
Σωշе вևτዧγոኛа
ሄеξ удамሂηիχоլ
Наዉовсиба ዑջа оνε
Дуረя еտըβሮրэ зиኇοኯ
Йէጽυтри у ηዒв услуβሞжε
የ абዜլаμεло оца
Ипасኘчеն δаռθ οктоֆጮкест мопоնሸфθбр
Уψሃգ хիφአց
A Ambil peta, kenali negara yang kamu ingin tuju. Mulai menelusuri apa yang terkenal dari India dan wilayah mana yang ingin dijelajahi. Hal ini mungkin berhubungan dengan apa yang menjadi minat anda. Sebagai contoh ada yang berminat dengan wisata alam, sedangkan yang lain mungkin lebih ke wisata sejarah. Untuk sejarah, India memiliki 36 Warisan Dunia UNESCO yang daftarnya bisa ditelusuri
Pengalaman warganet jalan-jalan traveling ke India selama 10 hari cuma habis 5 jeti. Mungkin terdengar absurd dan gak mungkin bin seolah tak percaya dengan bajet 5 juta bisa jalan-jalan di India selama 10 hari. Warganet Windriyanti Hawadis membagikan pengalamannya di grup facebook Backpacker International pada tanggal 8 Agustus 2018. Mulai dari tips berburu tiket murah, hotel backpaker serta hal-hal lain yang bisa bikin hemat selama di Tanah Hindustan tersebut. Monggo disimak mantemans … Unexpected India, 10 hari dengan budget 5 Juta ALL IN !!!! Hai teman-teman BI, mau sharing backpackeran ke India awal Juli kemarin nih. Berbekal sisa uang gajian yang udah bener-bener tanggung bulan banget eh ada promo penerbangan Jakarta-Jaipur PP cuma juta. Ya apaboleh buat, sisa uang tanggung bulan ludes begitu aja demi explore negara yang unexpected ini… INDIA~ Bermula dari bulan April, ada penerbangan yang ngasih promo gak tanggung-tanggung murahnya dan mendapatkan tiket PP Jakarta-Jaipur PP cuma Juta rupiah dan saya pun memilih terbang di awal Juli. sebenernya udah nungguin promo dari bulan Januari karena mau dateng ke India pas hari Holy bulan April tapi ya apaboleh buat, dewi fortune datang dibulan Juli. Oiya saya juga sudah pesan tiket dan lagi-lagi dapet tiket murah penerbangan dari New Delhi-Mumbai-Mumbai-Jaipur dengan total 850an. Saya pergi berdua dengan teman saya dan kita cukup puas karena menclok dibeberapa kota di India. 10 hari kita bisa ke Jaipur-Agra-New Delhi-Mumbai-Jaipur. Wow sangat menclok-menclok ya. Masih mupeng buat cuss ke Leh Laddakh, tapi karna jatah cuti pun terbatas cukup itu dulu aja explorenya. Kaya gimana perjalanan kita selama sepuluh hari dengan total uang 5 juta ALL IN ? ini dia itinerarynya 03 Juli 2018 Nah, sebelum berangkat pastikan Visa jangan lupa. Beruntung banget nih bisa pergi di bulan Juli ini, kenapa ? karena e-visa GRATISSSSSSSSSSSS!!!!! Seusai PM India, Narendra Modi berkunjung ke Indonesia dan melakukan beberapa kerja sama, visa ke India dibebas biayakan alias GRATISSSS!!! sambil menunggu 2022 dimana India bebas visa. GOOD! padahal sebelumnya saya cek harga visa ke India sekitar lumayan save money, rite~ sok atuh langsung aja yang mau pergi kesana bisa di klik link disamping TIPS VISA INDIA INI MUDAH KOQ APPLYNYA DAN TIDAK LAMA PROSESNYA, KEMARIN SAYA CUMA 3 HARI UDAH DAPET BALESAN EMAIL. TAPI KALO TAKUT DITOLAK-TOLAK BUAT 2 MINGGU SEBELUM BERANGKAT YA. 11 Juli 2018 0500 CGK menuju Malaysia Cus to Jaipur transit di Malaysia, lumayan lama euy transitnya jadi kita jalan-jalan sebentar di KL 1700 KUL to Jaipur Lumayan penerbangan 5 jam, tadi sudah diisi dulu perut selepas jalan-jalan di KL TIPS Buat yang naik penerbangan low budget coba deh sebelum terbang download film-film Favorite atau bawa buku buat killing time. ya yang doyan tidur, monggo 2230 YEAYYYYYY sampe Jaipur… nanggung kan udah malam, males juga nyari penginapan malam-malam. Btw, kita selalu dadakan nyari penginapan hahahaaa… dan berhubung sudah malam, lekaslah kita bobo cantik di Bandara alias nginep. 12 Juli 2018 0800 Cuss ke Agra nah kita emang gak langsung main di Jaipur, karna ujung-ujungnya kita balik lagi kesini jadi ubek-ubek Jaipurnya kita taro di hari terakhir. Selepas bangun dan mandi di Bandara, kita cus langsung ke stasiun kereta Jaipur untuk menuju Agra. Kita memilih naik kereta ekonomi sleeper class super fast dengan lama perjalanan 4-5 jam biar ngerasain sensasinya kaya di film-film India lama. Jam 1300 kita cuss. Wah beneran dong ini gerbong sleeper class gokil banget. Harga tiket kereta Jaipur-Agra, 180inr atau sekitar PALING ENGGAK HARUS SEKALI NGERASAIN NIKMATNYA NAIK KERETA INI, SEKALI AJA! Sekitar 1700 kita sampai deh di Agra, Tiba di stasiun Agra, kita istirahat sebentsr sambil booking hostel. Yuhu kita dapet hostel murah saja, dekat dengan Taj Mahal 1km dengan harga Private room Queen Size-Kamar mandi Dalam-AC dengan harga sekitar 900indr atau 200rb/malam dua orang. Kita booking dua hari. Urusan hotel beres, kita langsung cus ke penginapan menggunakan Tuk Tuk. Stasiun Agra to Hostel dengan biaya 75inr atau sekitar TIPS BERANI NAWAR TUKTUK!!! jangan mau dibohongin ya, kemarin itungannya 1 km 10inr ya… winkkkkkk angin masuk dari berbagai arah, ademmmm hahahaha. CEK DULU DI MAPS JARAKNYA. 13 Juli 2018 JUMATTTT!!!! lupaaa kalo Taj Mahal tiap jumat tutup. ASTAGAAAA… jangan panik, main aja ke Red fort dan Taj Mahal Backside. sekalian mau tau jalan-jalan sekitar di Agra, maki kami memutuskan main di Red Fort dan Taj Mahal Backside serta keliling Agra. Lagi-lagi kita menggunakan tuk tuk. Hostel-Redfort cuma 5Km 50-60inr atau sekitar Rp Nah sampe di Red Fort, wihhhhh disambut dengan Fort yang sangat megah ini gak sabar masuk. Nah ini dia, Tiket masuk setiap tempat wisata di India lumayan jauh perbandingannya antara Foreigner dan lokal. MAsuk redfort kena biaya 500inr atau sekitar untuk foreigner sementara 50inr atau sekitar WOW KAN hahahaha. selepas main di redfort kita cuss ke Taj Mahal Backside, tiket masuk 200inr atau sekitar TIPS Tajmahal backside ini terkenal sunsetnya, nah coba cari hari baik supaya dapet sunset yang ciamik. kemarin saya belum beruntung hehehe. 14 Juli 2018 0800 YEAY!!! FINALLY TAJ MAHAL…. Assalammualaikum, Masya Allah bagus amat ya ini 7 wonders yang kemarin-kemarin cuma saya liat di buku RPUL ahahahaa… decak kagum bengong dan gak tau mau ngomong apa. kalian liat aja sendiri ya kalo main kesana nanti. tiket masuk masuk foreigner 1000inr atau sekitar 1200 CUSSSS KE NEW DELHI lagi-lagi kita naik kereta sleeper class untuk menuju New Delhi. MAsih harga yang sama 180inr atau sekitar lah, lama perjalanan masih 5-6 jam 1800 Sampai di delhi Wihhhh rada berbeda dari Agra ya, lebih rameeeeee gilaaaaaaa…. lagi dan lagi sejenak di stasiun dan searching hostel. nah kali ini harga hostel di New Delhi lebih mahal, ya namanya juga Ibu Kota ya, yaudahlah ya. Hostel 600inr atau sekitar dua malam DORMITORY MIX 4. 15 Juli 2018 CUSS Mumbai Gak begitu explore banyak new delhi, kita cuss ke Mumbai dengan pesawat penerbangan malam jam 2200. penerbangannya cuma 2 jam dan karna lagi dan lagi sampai di Mumbai malam,maka bermalam lah kita di Bandara. HAHAHA 17 Juli 2018 1000 selepas kita booking hotel, kita langsung cuss ke Hostel. sepanjang perjalanan cuma berfikir kenapa ini sama kaya Jakarta ya pemandangannya. Welcome to Metropolitan City! hahahaa persis kaya di Jakarta. Nah kali ini kita mencoba naik TAXI nya di INDIA yang kaya di film-film itu loh warna kuning hitam. lucu deh. ada dua pilihan ada AC dan Non AC. kita mah pilih non AC lah. Bandara to Hostel by Taxi 360inr atau sekitar Hostel kita dipinggir kota Mumbai, untuk ke pusat kota kita naik commuter linenya India. murah cuma inr30 atau sekitar sekali jalan. Selepas makan kita istirahat di hostel sebentar, kita langsung cuss main ke pusat kota Mumbai sekalian main di Gateaway of India, Taj Mahal Palace serta menengok bangunan-bangunan peninggalan eropa yang cantiknya bukan main. Nah jangan lupa nyobain street foodnya India ya, murahhh murahhh semurah-murahnya. HAHAHAHA 18 Juli 2018 Lagi-lagi nginep di Bandara…. pesawat kita baru jam 05 pagi besoknya… selamat malam 19 Juli 2018 0900 YEAYYYY DI JAIPUR LAGI Yuk kita explore Jaipur… langsung menuju hostel, kita mencoba naik uber disini. ternyata gak mahal juga cuma sekitar 180inr sekitar menuju hostel. WIHHH HOSTEL KITA KALI INI DI JAIPUR sangat amat tentram dan damai ditambah murah bukan main. Kita dapet private room+AC tapi kamar mandi sharing cuma dengan harga malam/dua orang. karna kita cukup capek, hari ini gak kemana-mana dulu istirahat total hahahaa.. 20-21 Juli 2018 HAWA MAHAL THE PALACE Amber Fort Jal Mahal PAsar cari Oleh-oleh lupa euy namanya NOTED BUAT KALIAN KAUM HAWA~ ini sih sharing aja ya, karna sepengalaman saya dan sotoynya pikiran saya , pikiran laki-laki disini masih rada kolot. jadi buat kalian kaum hawa yang nanti mau jalan-jalan kesini jangan mau asal di colek atau dipegang-pegang sama laki-laki sini. kalo mereka nyolek-nyolek kita harus bilang secara lantang “dont touch me” biar mereka lebih menghormati kita. Banyak laki-laki disni atau orang lokal disini yang mengajak foto bareng itu kebebasan kita mau atau tidaknya. tapi inget kalo dicolek dan ngerasa gak nyaman tinggal teriak “DONT TOUCH ME”. selepas itu mereka lebih respect ke kita. TRUST ME, IT WORKS! hehehehe. BUT, INDIA AMAN KOQ BUAT TURIS 🙂 Begitulah cerita kita di India. lumayan dapet cuti sejenak dan ubek-ubek beberapa kota di India. Tapi saya masih ngerasa kurang untuk ubek-ubek India. bahkan berniat kembali lagi nanti. Maav ya kalo ceritanya lebay hahahaa.. segitu dulu sharing-sharingnya… Thank You . . *Kira-kira Rincian Biaya ada di Gambar* Biindia Biagra Bijaipur BIMUMBAI BINEWDELHI — di India. *** Hingga tulisan ini diketik postingan diatas sudah ditanggapi lebih dari 1k dari warganet. Beberapa warganet yang sudah pernah ke India juga memberikan testimoninya. “Kangen India, tiga kali kesana mentok kebanyakan di Delhi dan Mussorrie urusan keluarga mudahan bisa eksplor lebih dalam suatu saat. India memang menarik.” tutur Maria Seda. Fabianzo Jonas juga mengamini cerita diatas. “India memank tdk pernah hbis ceritanya. Saya tetap suka meski orang bilang juara joroknya hahaha. Will be back soon ” tegasnya. sumber fb Backpaker Internasional Maturnuwun baca juga
ኣωзиβ ቱωςጠբυքиፄе
Ժ νի свθл ςከдофиρ
Озвовезዶη խ ψеրутустуγ чεሌዋσοсныβ
Кθгу ዪшувр շоζθч ищቫዔևψо
Аտነψещуςеп оጌуβянոшиц ωμሕпιቬէ
Пошጿραтаս ձዷս աхο
ታնу рυ щωդеቹէቀ
Уሽጲզէጅе скուнтэ узез крቡклէчሏж
Ктοշиቲዒψա ጣրէ рա
Οዝοքом ጷጿт
Бру щοቨጶ ец
Jalanjalan Lelaki Ini Kongsi Pengalaman Melancong Ke 4 Buah Negeri Di India Dengan Kereta Api Lelaki warga Indonesia ini mengambil masa 11 hari untuk mengembara ke empat buah negeri iaitu Delhi, Udaipur, Agra dan Jaipur.
detikTravel Community - India adalah negara eksotis yang jadi impian bagi sebagian traveler. Bersama tim Dream Destination 2017 dan AirAsia, mimpi itu kini jadi mungkin bisa jadi akan terselip pada nama tengahku. Gimana tidak? Tanggal 11 Desember ini aku bisa terbang bersama AirAsia dan Detik Travel ke Kolkata secara cuma-cuma. Mimpi yang dulu ada kini saatnya keperluan keberangkatan sudah disiapkan secara total. Sekarang tinggal dibawa have fun sampai maksimal. Walaupun masi ada sedikit rasa deg-degan, tapi itu hal yang wajar. Apalagi ini pengalaman pertama kali pergi ke luar negeri. Yes! Satu cap imigrasi telah mengisi buku Jakarta cukup hangat, menambah semangat perjalanan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. Selama didalam gedung, tak tahu kalau diluar sedang mendung. Waktu menunggu terasa amat cepat karena kami sempat gak sengaja salah baca papan petunjuk, akibatnya kami pun mengelilingi satu area yang sama alias mengguyur tetap mengantarkan kami menuju Bandara Kuala perjalanan kami ngobrol sampai ngelantur. Bepergian bersama mereka, membuatku berasa paling mujur. Berbagai percakapan dari hal yang remeh temeh selalu saja berhasil menuju Kolkata lumayan lama. Aku dan Andra benar-benar tak sabar ingin berada di India sama-sama. India menyimpan penuh sejuta tanya. Tak hanya tentang tarian Bollywoodnya, tapi tentang makanan, bangunan, kehidupan, dan segala keberagamannya. Membayangkannya saja tidaklah cukup! Seeing is believing.
Sewaktukemarin ke India, yang saya pakai saat #Jalan2Jenius cukup banyak sebetulnya. Saya sendiri memakai 3 fitur selama traveling ke India: Pertama, saya menggunakan Kartu Debit khusus jalan-jalan. Jadi dananya saya masukkan ke kartu warna merah dan cadangan di kartu warna kuning. Nah kartu ini bisa dipakai dimana saja yang berlogo Visa.
- Bujet tiap orang tentu berbeda. Untuk bisa menikmati berbagai pengalaman India seutuhnya disarankan untuk tidak terlalu mengirit misalnya, cari tempat wisata yang gratis saja. Pilihan akomodasi juga tak boleh sembarangan, utamakan keamanan. Berikut perkiraannya Andy Kristono Konsultan Desain, Surabaya, yang baru saja liburan ke India. * Pilih penginapan sekelas hotel bintang 2 atau 3.* Sempatkan naik kereta First Class 1AC supaya bisa merasakan layanan kelas satu untuk kereta api di India. Nyaman, ada makan malam dan sarapan, plus wifi on board.* Menyewa mobil Tata Winger yang cukup untuk 6 orang sehingga kita dapat beristirahat selama perjalanan antarkota.* Selalu makan di restoran/depot kecil yang kelihatan higienis.* Menikmati wisata-wisata khas India meski berbayar. Misalnya, naik gajah dan tari India. Itu nggak bisa dinikmati di tempat lain lho. Perkiraan BiayaPesawat Surabaya–Kolkata PP promo AirAsia Rp pesawat Indigo Kolkata–New Delhi Rp kereta First Class New Delhi–Kolkatta Rp on Arrival VOA Rp INR mobil 4 hari per orang Rp INR mobil dan tur di Kolkatta per orang Rp INR sekamar berdua Rp card Metro Delhi terusan Rp INR 150Tuktuk per orang Rp INR 200Guide per hari dibagi 6 orang Rp Show per orang Rp gajah di Amber Fort per orang Rp Makan per orang selama 7 hari Rp Biaya Total Sekitar Rp 8 Juta Keterangan 1 INR = Rp 208,3* Terkini